Sendangagung — Pemerintah Desa Sendangagung menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Desa Sendangagung, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kondisi kesehatan masyarakat sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.
Rembuk stunting dihadiri oleh Pendamping Desa Ainur Rofiq, Kepala Desa Sendangagung Panut Supodo, Ketua TP PKK Desa Sendangagung, perangkat desa, anggota BPD, pengurus, pembina Posyandu, ketua posyandu, kepala SPS, bidan desa, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Rangkaian kegiatan diawali dengan acara seremonial yang dipandu oleh Muthohirin, Kaur Perencanaan Desa Sendangagung. Dalam sambutannya, Kepala Desa Panut Supodo menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.
"Kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh kondisi kesehatan sejak dini. Karena itu, upaya pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Selanjutnya, Pendamping Desa Ainur Rofiq menyampaikan pentingnya perencanaan program berbasis data sebagai dasar penyusunan kegiatan dan penganggaran desa. Menurutnya, data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Score Card dan Data Stunting Desa Sendangagung oleh Icha Roichatul Jannah, selaku Kader Pembangunan Manusia (KPM). Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah balita di Desa Sendangagung mencapai 447 balita, dengan 26 balita masuk kategori Bawah Garis Merah (BGM) yang memerlukan perhatian dan pendampingan lebih lanjut.
Selain itu, masih ditemukan kelompok remaja putri (rematri) dan ibu hamil (bumil) yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan intervensi sejak dini karena berpotensi meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya.
Setelah seluruh materi disampaikan, acara seremonial ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Abdul Kholiq dari unsur BPD.
Usai sesi seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi rembuk stunting yang dipimpin oleh Sukaryawati, Bidan Desa Sendangagung. Dalam suasana diskusi yang aktif dan partisipatif, peserta membahas berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.
Dari hasil rembuk tersebut, peserta menyepakati beberapa usulan program prioritas yang akan difokuskan kepada kelompok rentan, yaitu remaja putri, ibu hamil, dan keluarga yang memiliki balita BGM. Program yang diusulkan meliputi edukasi kesehatan dan gizi, pendampingan ibu hamil, pembinaan keluarga balita BGM, pemberian vitamin, serta berbagai bentuk stimulasi kesehatan lainnya.
Seluruh usulan tersebut akan dibawa ke forum Musyawarah Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) sebagai bahan penyusunan program dan penganggaran Tahun Anggaran 2027.
Melalui rembuk stunting ini, Pemerintah Desa Sendangagung berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan stunting, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.












Belum Ada Komentar
Tinggalkan Komentar