Raih Radar Bojonegoro Awards 2025 Kategori Sosial dan Budaya. Berikut Kiprah Kades Sendangagung, Panut Supodo dalam Memperkenalkan Potensi di Desanya   Raih Radar Bojonegoro Awards 2025 Kategori Sosial dan Budaya. Berikut Kiprah Kades Sendangagung, Panut Supodo dalam Memperkenalkan Potensi di Desanya
  

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran memiliki sejumlah potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis seni budaya. Di antaranya batik tulis dan kuliner sego muduk.

Kades Sendangagung, Kecamatan Paciran, Panut Supodo bertekad mengangkat potensi-potensi ini, agar lebih dikenal dimasyarakat umum. Salah satunya dengan menyelenggarakan Festival Sego Muduk dan Sendangagung Batik Carnival yang digelar sejak Tahun 2019.

‘’Saya melihat kegiatan ini memiliki nilai lebih dibandingkan kegiatan yang lain, maka ini kami sepakati menjadi sebuah event yang dilaksanakan setiap tahun,’’ tutur Panut, sapaan akrabnya.

Kegigihan dalam mengangkat potensi lokal, mengantarkannya meraih apresiasi dan prestasi.

Terbaru, kades yang menjabat tiga periode tersebut meraih Radar Bojonegoro Awards 2025, Insirasi Desa Kategori Sosial dan Budaya, Selasa (26/8), di MCM Hotel Bojonegoro.

Panut memberikan apresiasi besar terhadap acara Desa Inspiratif, Radar Bojonegoro Awards 2025.

‘’Menurut saya, selama ini apresiasi dari luar kepada desa, selain kedinasan, tidak banyak. Itu (Radar Bojonegoro Awards, Red) bagus sekali,’’ ungkapnya.

Panut mengatakan, acara penghargaan untuk desa ini menjadi pemberi semangat.

‘’Tentu saya juga mendapatkan itu (penghargaan kategori sosial dan budaya, Red), ada rasa bertanggung jawab untuk menjaga. Tentu dengan meningkatkan dengan inovasi dan metode yang fresh,’’ tuturnya.

Namun, kegiatan Festival Sego Muduk dan Sendangagung Batik Carnival sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, yakni mulai Tahun 2020 hingga Tahun 2021.

Kegiatan bisa berjalan kembali pada Tahun 2022, sekaligus dengan launching Watungkal Edupark Sendangagung.

Penyelenggaraan carnival pada Tahun 2023 dinilai cukup monoton karena seperti karnaval agustusan. Sehingga dibuat konsep baru pada Tahun 2024, yakni Sendangagung Batik Fashion.

‘’Jadi ada pelatihan batik, lomba desain batik, kemudian upgrade para penjahit-penjahit itu untuk membuat pola desain yang bagus dari bahan batik,’’ katanya.

Hasil dari desain terbaik lomba diaplikasikan menjadi batik. Selanjutnya batik ini kita serahkan pada penjahit, yang kemudian penjahit membuat fashion yang bagus untuk ditampilkan.

‘’Jadi perajin ditampilkan, desainer ditampilkan, dan penjahit ditampilkan,’’ ucap Panut sambil tersenyum kecil.

Kades kelahiran 28 Juni 1966 tersebut tak berhenti berinovasi. Tahun ini Festival Sego Muduk dan Sendangagung Batik Carnival dilaksanakan pada malam hari.

‘’Meskipun ada beberapa hal yang harus dievaluasi kedepannya, tapi acaranya termasuk sukses,’’ ungkap Panut.

Sedangkan sego muduk merupakan kuliner khas. Sekilas tampilannya seperti nasi kuning, tapi rasanya berbeda karena rempah-rempahnya lebih lengkap.

Untuk lauknya bervariasi, seperti telur, pindang, cumi, dan beragam lauk lainnya. Konsep Festival Sego Muduk tiap tahun selalu sama.

Tiap RT dari 22 RT di Desa Sendangagung menampilkan sego muduk, yang ditampilkan di hall area Balai Desa Sendangagung. (ind)

 

sumber : Raih Radar Bojonegoro Awards 2025 Kategori Sosial dan Budaya. Berikut Kiprah Kades Sendangagung, Panut Supodo dalam Memperkenalkan Potensi di Desanya - Radar Lamongan - Halaman 2