Rekor Terbanyak, 20 Calon Jamaah Haji Sendangagung Dilepas Haru di Masjid Mukhlishin   Rekor Terbanyak, 20 Calon Jamaah Haji Sendangagung Dilepas Haru di Masjid Mukhlishin
  

Sendangagung, — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Mukhlishin Sendangagung saat prosesi pelepasan calon jamaah haji Tahun 2026 digelar, Kamis (29/4/2026). Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk doa dan penghormatan bagi warga yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Tahun ini menjadi momen istimewa bagi Desa Sendangagung. Untuk pertama kalinya, jumlah calon jamaah haji mencapai 20 orang, menjadikannya sebagai jumlah terbanyak sepanjang sejarah desa. Adapun nama-nama calon jamaah haji tersebut yakni: Bapak Nasuwan dan Ibu Muniyah, Bapak Sukarjo dan Ibu Taslimah, Bapak Teguh Imanto dan Ibu Riyanti, Bapak Khuzainif dan Ibu Ni’matin, Bapak Nashirul Hadi dan Ibu Fitria Ariani, Bapak Ahmad Zainul Arifin dan Ibu Siti Nur Azizah, Bapak Khoirul Arif dan Ibu Eny Fatmawati, Ibu Suwanis, Bapak Syaihul Umam, Ibu Nurul Hasanah, Ananda Ahnaf Farrel Al Muzakki, Bapak Mahmud, serta Bapak Maimun Yusa.

Prosesi pelepasan dipimpin oleh Nur Halim, Ketua Takmir Masjid Mukhlishin. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Gus Asror, dilanjutkan sambutan mewakili KBIH Babussalam Kecamatan Paciran oleh Drs. H. Khoiril Anwar.

Dalam rangkaian acara, turut disampaikan kesan dan pesan haji yang sarat makna sekaligus doa oleh Drs. H. Abdul Wahid Bashori, yang mengajak seluruh jamaah untuk menjaga niat dan kekhusyukan selama menjalankan ibadah serta menjaga kesehatan. Sementara itu, lantunan adzan dan iqomah oleh Thiflul Mufid menambah suasana religius dalam prosesi tersebut.

Puncak acara ditandai dengan mushofahah, yakni saling berjabat tangan dan bermaafan antara jamaah dengan masyarakat. Tangis haru dan rasa syukur tampak menyatu dalam setiap pelukan. Warga terlihat antre untuk memberikan doa restu, menciptakan suasana kebersamaan yang penuh kehangatan.

Usai prosesi di masjid, para calon jamaah haji kembali ke rumah masing-masing. Tradisi silaturahmi pun berlanjut, di mana warga secara bergantian mendatangi kediaman jamaah untuk memberikan doa dan dukungan.

Menjelang dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB, para calon jamaah haji berangkat dari rumah masing-masing menuju Pondok Pesantren Sunan Drajat. Selanjutnya, sekitar pukul 02.00 WIB, dilakukan pelepasan lanjutan menuju Lamongan sebagai titik keberangkatan berikutnya.

Tradisi pelepasan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan spiritualitas masyarakat Sendangagung. Harapan dan doa pun mengiringi langkah para tamu Allah, agar diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.