Sendangagung — Suasana ceria dan penuh semangat tampak mewarnai kegiatan wisata edukasi di Watungkal Edupark Sendangagung, Rabu (06/05/2026). Sebanyak 25 siswa dan 5 guru pendamping dari SMPN 2 Deket, Lamongan, mengikuti kegiatan edukasi membatik yang dikemas dalam Paket Rapakat.
Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat budaya membatik sekaligus belajar secara langsung proses pembuatannya. Sejak awal kegiatan, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan oleh tim pemandu Watungkal Edupark.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan sejarah Watungkal, dilanjutkan ice breaking yang membuat suasana semakin akrab dan menyenangkan. Setelah itu, peserta mendapatkan materi edukasi membatik sebelum memasuki sesi praktik.
Dalam sesi praktik, para siswa diajak mencoba seluruh tahapan membatik secara langsung, mulai dari mencanting, proses pewarnaan, penguncian warna, hingga pelorodan atau pelungsuran warna. Tidak sedikit siswa yang tampak serius sekaligus kagum ketika melihat hasil karya batik mereka sendiri mulai terbentuk.
Selain belajar membatik, kegiatan juga diselingi dengan berbagai fun game yang membuat suasana semakin hidup. Para peserta kemudian menikmati makan siang dengan menu khas Desa Sendangagung, yakni nasi muduk, sebelum acara ditutup dengan kegiatan berenang bersama.
Salah satu peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena dapat belajar hal baru dengan cara yang menyenangkan. “Senang bisa belajar membatik di Watungkal, kegiatannya asik dan seru,” ujar salah satu siswa.
Kesan mendalam juga disampaikan oleh guru pendamping. Ia mengaku terharu melihat para siswa mampu mengikuti seluruh arahan pemandu dengan tertib sejak awal hingga akhir kegiatan. Menurutnya, sikap disiplin dan kerja sama yang ditunjukkan siswa selama kegiatan menjadi pengalaman berharga yang diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat senang karena anak-anak bisa tertib dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kami juga tertarik untuk kembali lagi ke Watungkal Edupark mencoba edukasi lainnya,” ungkap salah satu guru pendamping.
Wisata edukasi seperti ini dinilai tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mampu menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan pelajar.












Belum Ada Komentar
Tinggalkan Komentar